KATEKISMUS GEREJA KATOLIK
CATECHISM OF THE CATHOLIC CHURCH


 

BAGIAN I

PENGAKUAN IMAN

SEKSI II

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

BAB III

AKU PERCAYA AKAN ROH KUDUS 

ARTIKEL 9

" AKU PERCAYA AKAN GEREJA KATOLIK YANG KUDUS "

 

PASAL 1  GEREJA DALAM RENCANA ALLAH

I. Nama dan Lambang Gereja

751   Kata yang dipakai dalam bahasa Inggris dan Jerman untuk Gereja (church, Cirche) diambil dari kata sifat Yunani "kuriake" yang berarti "milik Tuhan". Kata yang biasanya dipakai dalam Kitab Suci ialah "ekklesia" (dari kata kerjaYunani "ek-kalein", "memanggil keluar" - bahasa Perancisnya "eglise") yang berarti "pertemuan rakyat", terutama yang bersifat religius. Ungkapan ini agak sering dipergunakan dalam terjemahan Yunani Perjanjian Lama untuk pertemuan bangsa terpilih di hadapan Allah, terutama untuk pertemuan di Sinai, di mana Israel menerima hukum dan dijadikan oleh Allah sebagai bangsa-Nya yang kudus. Umat Kristen perdana memandang diri sebagai pengganti pertemuan ini dan karena itu menamakan diri Gereja. Di dalam Gereja, Allah mengumpulkan bangsa-Nya dari segala ujung bumi.

752   Dalam pemakaian Kristen, "Gereja" berarti pertemuan liturgis; tetapi juga jemaat setempat atau seluruh persekutuan kaum beriman. Ketiga pengertian ini tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain. "Gereja" adalah umat yang Allah himpun di seluruh dunia. Ia terdiri dari jemaat-jemaat setempat dan menjadi nyata sebagai pertemuan liturgis, terutama sebagai pertemuan Ekaristi. Ia hidup dari Sabda dan dari Tubuh Kristus dan karenanya menjadi Tubuh Kristus.

 

Lambang-lambang Gereja

753   Di dalam Kitab Suci kita menemukan sejumlah besar gambar dan lambang, melaluinya wahyu berbicara tentang misteri Gereja yang tak terselami. Gambar-gambar yang diambil dari Perjanjian Lama adalah variasi-variasi dari satu pikiran pokok yaitu gagasan mengenai "Umat Allah". Dalam Perjanjian Baru semua gambar ini menemukan satu pusat baru: Kristus, yang merupakan Kepala umat ini, yang dengan demikian menjadi Tubuh-Nya. Di sekitar pusat ini disusunlah gambar-gambar yang "diambil entah dari alam gembala atau petani, entah dari pembangunan ataupun dari hidup keluarga dan perkawinan" (LG 6).

754   "Gereja adalah kandang domba, dan satu-satunya pintu yang harus dilalui ialah Kristus. Gereja juga kawanan, yang seperti dulu telah difirmankan, akan digembalakan oleh Allah sendiri. Domba-dombanya, meskipun dipimpin oleh gembala-gembala manusiawi, namun tiada hentinya dibimbing dan dipelihara oleh Kristus sendiri, Sang Gembala Baik dan Pemimpin para gembala, yang telah merelakan hidup-Nya demi domba-domba" (LG 62).

755   "Gereja itu tanaman atau ladang Allah (lih. 1 Kor 3:9). Di ladang itu tumbuhlah pohon zaitun bahari, yang akar kudusnya ialah para Bapa Bangsa. Di situ telah terlaksana dan akan terlaksanalah perdamaian antara bangsa Yahudi dan kaum kafir". Gereja ditanam oleh Petani surgawi sebagai kebun anggur terpilih". Kristuslah pokok anggur yang sejati. Dialah yang memberi hidup dan kesuburan kepada cabang-cabang, yakni kita, yang karena Gereja tinggal dalam Dia, dan yang tidak mampu berbuat apapun tanpa Dia” (LG 6).

756   "Sering pula Gereja disebut bangunan Allah (I Kor 3:9). Tuhan sendiri mengibaratkan diri-Nya sebagai batu, yang dibuang oleh para pembangun, tetapi malahan menjadi batu sendi. Di atas dasar itulah Gereja dibangun oleh para Rasul dan memperoleh kekuatan dan kekompakan dari pada-Nya. Bangunan itu diberi pelbagai nama: rumah Allah (lih. 1 Tim 3:15), tempat tinggal keluarga-Nya; kediaman Allah dalam Roh; kemah Allah di tengah manusia (Why 21:3) dan terutama kanisah kudus. Kanisah itu diperagakan sebagai gedung-gedung ibadat dan dipuji-puji oleh para Bapa Suci, lagi pula dalam liturgi dengan tepat diibaratkan Kota suci, Yerusalem Baru. Sebab di situlah kita bagaikan batu-batu yang hidup dibangun di dunia ini (1 Ptr 2:5). Yohanes memandang Kota suci itu, ketika pada pembaharuan bumi turun dari Allah di surga, siap sedia ibarat mempelai yang berhias bagi suaminya (Why 21:1-2)" (LG 6).

757   "Gereja juga digelari `Yerusalem yang turun dari atas dan `Bunda kita" (Gal 4:26) dan dilukiskan sebagai mempelai nirmala bagi Anak Domba yang tak bernoda (lih. Why 19:7; 21:2 dan 9; 22:17). Kristus `mengasihinya dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya (Ef 5:25-26). Ia menggabungkannya dengan diri-Nya dalam perjanjian yang tak terputuskan, serta tiada hentinya mengasuhnya dan merawatnya (Ef 5:29)" (LG 6).

 

II.  Asal, Pembentukan, dan Perutusan Gereja

758   Untuk memahami rahasia Gereja, kita harus pertama-tama merenungkan asalnya dalam keputusan Tritunggal Mahakudus dan pelaksanaannya secara bertahap di dalam sejarah.

 

Keputusan yang Tercakup dalam Hati Bapa

759   "Atas keputusan kebijaksanaan serta kebaikan-Nya yang sama sekali bebas dan rahasia, Bapa yang kekal menciptakan dunia semesta. Ia menetapkan bahwa Ia akan mengangkat manusia untuk ikut serta menghayati hidup ilahi", ke situlah Ia memanggil semua manusia dalam Putera-Nya. "Bapa menetapkan untuk menghimpun mereka yang beriman akan Kristus dalam Gereja Kudus". "Keluarga Allah" ini dibentuk dan direalisasikan sesuai dengan pertimbangan Bapa langkah demi langkah dalam peredaran sejarah umat manusia. Karena "Gereja itu sejak awal dunia telah dipralambangkan, serta disiapkan dalam sejarah bangsa Israel dan dalam Perjanjian Lama. Gereja didirikan pada zaman terakhir, ditampilkan berkat pencurahan Roh, dan akan disempurnakan pada akhir zaman" (LG 2).

 

Gereja - sudah Dipralambangkan sejak Awal Dunia

760   "Dunia diciptakan demi Gereja", demikian ungkapan orang-orang Kristen angkatan pertama (Hermas, vis. 2,4,1). Allah menciptakan dunia supaya mengambil bagian dalam kehidupan ilahi-Nya. Keikutsertaan ini terjadi karena manusia-manusia dikumpulkan dalam Kristus, dan "kumpulan" ini adalah Gereja. Gereja adalah tujuan segala sesuatu. Malahan peristiwa-peristiwa yang menyakitkan hati, seperti jatuhnya para malaikat dan dosa manusia, hanya dibiarkan oleh Allah sebagai sebab dan sarana, untuk mengembangkan seluruh kekuatan tangan-Nya dan menganugerahkan kepada dunia cinta-Nya yang limpah ruah:

"Sebagaimana kehendak Allah adalah satu karya dan bernama dunia, demikian rencanaNya adalah keselamatan manusia, dan ini namanya Gereja" (Klemens dari Aleksandria, paed. 1,6,27).

 

Gereja - Disiapkan dalam Perjanjian Lama

761   Pengumpulan Umat Allah mulai pada saat dosa menghancurkan persekutuan manusia dengan Allah dan dengan sesama. Pengumpulan Gereja boleh dikatakan reaksi Allah atas kekacauan yang disebabkan dosa. Persatuan kembali ini terjadi secara diam-diam dalam segala bangsa: Allah, Bapa kita, menerima "dalam setiap bangsa ... setiap orang yang takut akan Dia dan melakukan apa yang benar" (Kis 10:35).

762   Persiapan jarak jauh dari pengumpulan Umat Allah, mulai dengan panggilan Abraham, kepada siapa Allah menjanjikan bahwa is akan menjadi bapa suatu bangsa besar. Persiapan langsung mulai dengan pemilihan Israel sebagai Umat Allah. Israel dipilih untuk menjadi tanda penghimpunan segala bangsa pada masa mendatang. Tetapi para nabi sudah menuduh Israel bahwa ia telah memutuskan perjanjian dan bertingkah bagaikan seorang pelacur. Mereka mengumumkan satu perjanjian baru dan abadi. "Kristus mendirikan perjanjian baru ini" (LG 9).

763   Tugas Putera dan alasan pengutusan-Nya ialah melaksanakan rencana keselamatan Bapa dalam kepenuhan waktu. "Sebab Tuhan Yesus mengawali Gereja-Nya dengan mewartakan kabar bahagia, yakni kedatangan Kerajaan Allah yang sudah berabad-abad lamanya dijanjikan dalam Alkitab" (LG 5). Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus mendirikan Kerajaan surga di dunia. Gereja adalah "Kerajaan Kristus yang sudah hadir dalam misteri" (LG 3).

764   "Kerajaan itu menampakkan diri kepada orang-orang dalam sabda, karya, dan kehadiran Kristus" (LG 5). Mereka yang menerima sabda Yesus "telah menerima Kerajaan Allah" (ibid). Benih dan awal Kerajaan ini adalah "kawanan kecil" (Luk 12:32) orang-orang, yang Yesus telah kumpulkan di sekeliling-Nya dan yang gembala-Nya adalah Dia sendiri. Mereka membentuk keluarga Yesus yang sebenarnya. Mereka yang Ia himpun di sekitar-Nya, diajarkan-Nya satu cara bertindak yang baru dan satu doa khusus.

765   Tuhan Yesus memberi kepada persekutuan-Nya sebuah struktur yang akan tinggal sampai Kerajaan-Nya disempurnakan. Pada tempat pertama terdapat pilihan keduabelasan dengan Petrus sebagai pemimpin. Mereka mewakili kedua belas suku bangsa Israel dan dengan demikian merupakan batu-batu dasar Yerusalem Baru. Keduabelasan itu dan murid-murid yang lain mengambil bagian pada perutusan Kristus, pada kekuasaan-Nya, tetapi juga pada nasib-Nya. Melalui semua tindakan ini Kristus mendirikan dan membangun Gereja-Nya.

766   Tetapi Gereja muncul terutama karena penyerahan diri Kristus secara menyeluruh untuk keselamatan kita, yang didahului dalam penciptaan Ekaristi dan direalisasikan pada kayu salib. "Permulaan dan pertumbuhan itulah yang ditandakan dengan darah dan air, yang mengalir dari lambung Yesus yang terluka di kayu salib" (LG 3). "Sebab dari lambung Kristus yang beradu di salib, muncullah Sakramen seluruh Gereja yang mengagumkan" (SC 5). Seperti Hawa dibentuk dari rusuk Adam yang sedang tidur, demikian Gereja dilahirkan dari hati tertembus Kristus yang mati di salib".

 

Gereja – Dinyatakan oleh Roh Kudus

767   "Sesuai tugas, yang diberikan Bapa kepada Putera untuk ditunaikan di dunia, diutuslah Roh Kudus pada hari Pentekosta, agar ia senantiasa menyucikan Gereja" (LG 4). Ketika itu "Gereja ditampilkan secara terbuka di depan khalayak ramai dan dimulailah penyebaran Injil di antara bangsa-bangsa melalui pewartaan" (AG 4). Sebagai "perhimpunan" semua manusia menuju keselamatan, Gereja itu misioner menurut kodratnya, diutus oleh Kristus kepada segala bangsa, untuk menjadikan semua orang murid-murid-Nya.

768   Untuk melaksanakan perutusan-Nya, Roh "memperlengkapi dan membimbing Gereja dengan aneka karunia hierarkis dan karismatik" (LG 4). Melalui Dia "Gereja, yang diperlengkapi dengan karunia-karunia Pendirinya, dan yang dengan setia mematuhi perintah-perintah-Nya tentang cinta kasih, kerendahan hati, dan ingkar diri, menerima perutusan untuk mewartakan Kerajaan Kristus dan Kerajaan Allah, dan mendirikannya di tengah semua bangsa" (LG 5).

 

Gereja - Disempurnakan dalam Kemuliaan

769   "Gereja... hanya akan disempurnakan dalam Kerajaan surgawi" (LG 48), waktu kedatangan kembali Kristus dalam kemuliaan-Nya. Sampai saat itu "Gereja berlangkah dalam penziarahannya antara penghambatan dunia dan penghiburan 671 Allah" (Agustinus, civ. 18,51). Gereja sadar bahwa di dunia ini is masih jauh dari Tuhan, di perasingan dan merindukan Kerajaan yang disempurnakan, agar "dipersatukan dengan rajanya dalam kemuliaan" (LG 5). Penyempurnaan Gereja dan melalui dia penyempurnaan dunia dalam kejayaan, tidak akan terlaksana tanpa ujian-ujian besar. Baru sesudah itu "semua orang yang benar sejak Adam, dari Abel yang saleh sampai ke orang pilihan terakhir, akan dipersatukan dalam Gereja semesta di hadirat Bapa" (LG 2).

 

 

III.   Misteri Gereja

770   Gereja berada di tengah sejarah, tetapi sekaligus juga di atasnya. Hanya "dengan mata iman" (Catech. R. 1,10,20) orang dapat di dalam kenyataan yang kelihatan juga melihat kenyataan rohani, pembawa kehidupan ilahi.

 

Gereja - Kelihatan dan Rohani

771   "Kristus satu-satunya Pengantara, di dunia ini telah membentuk Gereja-Nya yang kudus, persekutuan iman, harapan, dan cinta kasih sebagai himpunan yang kelihatan. Ia tiada hentinya memelihara Gereja. Melalui Gereja Ia melimpahkan kebenaran dan rahmat kepada semua orang" (LG 8). Gereja itu serentak merupakan:

- "serikat yang dilengkapi dengan jabatan hierarkis dan Tubuh Mistik Kristus,

- kelompok yang tampak dan persekutuan rohani,

- Gereja di dunia dan Gereja yang diperkaya dengan karunia-karunia surgawi."

Kedua aspek itu "merupakan satu kenyataan yang kompleks, dan terwujud karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi" (LG 8).

"Gereja sekaligus bersifat manusiawi dan ilahi, kelihatan namun penuh kenyataan yang tak kelihatan, penuh semangat dalam kegiatan namun meluangkan waktu juga untuk kontemplasi, hadir di dunia namun sebagai musafir. Dan semua itu berpadu sedemikian rupa, sehingga dalam Gereja apa yang insani diarahkan dan diabdikan kepada yang ilahi, apa yang kelihatan kepada yang tidak tampak, apa yang termasuk kegiatan kepada kontemplasi, dan apa yang ada sekarang kepada kota yang akan datang, yang sedang kita cari" (SC 2).

"Betapa hinanya! Betapa agungnya! Kemah Kedar dan kanisah Allah, kediaman duniawi dan istana surgawi, gubuk tanah lihat dan benteng raja, tubuh kematian dan kanisah terang, kemuakan orang sombong dan mempelai Tuhan! Ia hitam namun cantik, hai puteri-puteri Yerusalem! Walaupun jerih payah dan duka nestapa selama pengasingan yang lama merusaknya, namun ia masih dihias dengan keindahan surgawi" (Bernardus Cant. 27,14).

 

Gereja - Misteri Persatuan Manusia dengan Allah

772   Di dalam Gereja, Kristus melaksanakan dan menyatakan misteri sebagai tujuan keputusan Allah, "supaya mempersatukan lagi segala sesuatu di dalam Kristus sebagai kepala" (Ef 1:10).  Santo Paulus menamakan persatuan mempelai Kristus dan Gereja "satu rahasia besar" (Ef 5:32). Karena Gereja dipersatukan dengan Kristus sebagai mempelainya, ia sendiri menjadi rahasia. Sambil merenungkan misteri ini, santo Paulus menulis: "Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan" (Kol 1:27).

773   Persekutuan manusia dengan Allah oleh "kasih yang tidak berkesudahan" (1 Kor 13:8) adalah tujuan yang menentukan segala sesuatu, yang di dalam Gereja merupakan sarana sakramental yang terikat pada dunia yang fana ini. Struktur hierarkisnya "ditentukan secara menyeluruh untuk kekudusan anggota-anggota Kristus". Tetapi kekudusan diukur pada "rahasia besar, di mana mempelai wanita dengan penyerahan cintanya menjawab penyerahan diri mempelai pria" (MD 27). Sebagai mempelai wanita "tanpa cacat atau kerut" (Ef 5:27) Maria mendahului kita di jalan menuju kekudusan, yang merupakan misteri Gereja. "Dalam arti ini dimensi marianis dalam Gereja mendahului dimensi Petrus" (MD 27).

 

Gereja - Sakramen Keselamatan Universal

774   Kata Yunani "musterion" (rahasia) dijabarkan dalam bahasa Latin dengan dua istilah: "mysterium" dan "sacramentum". Menurut tafsiran di kemudian hari istilah "sacramentum" lebih banyak menonjolkan tanda kelihatan dari kenyataan keselamatan yang tak kelihatan, sedangkan kenyataan tak kelihatan itu sendiri dimaksudkan dengan istilah "mysterium". Dalam arti ini Kristus sendiri adalah misteri keselamatan: "Misteri Allah tidak lain dari Kristus sendiri" (Agustinus, ep. 187,11,34). Karya keselamatan dari kodrat manusiawi-Nya yang kudus dan menguduskan adalah sakramen keselamatan yang dinyatakan dalam Sakramen-sakramen Gereja (yang oleh Gereja-gereja Timur juga disebut "misteri-misteri kudus") dan bekerja di dalamnya. Ketujuh Sakramen itu adalah tanda dan sarana, yang olehnya Roh Kudus menyebarluaskan rahmat Kristus, yang adalah Kepala di dalam Gereja, Tubuh-Nya. Jadi, Gereja mengandung dan menyampaikan rahmat yang tidak tampak, yang ia lambangkan. Dalam arti analog ini, ia dinamakan "sakramen".

775   "Gereja itu dalam Kristus bagaikan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia" (LG 1). Tujuan utama Gereja ialah menjadi Sakramen persatuan manusia dengan Allah secara mendalam. Oleh karena persatuan di antara manusia berakar dalam persatuan dengan Allah, maka Gereja adalah juga Sakramen persatuan umat manusia. Di dalam Gereja kesatuan ini sudah mulai, karena ia mengumpulkan manusia-manusia "dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa" (Why 7:9). Serentak pula Gereja adalah "tanda dan sarana" untuk terwujudnya secara penuh kesatuan yang masih dinantikan.

776   Sebagai Sakramen, Gereja adalah alat Kristus. Gereja di dalam tangan Tuhan adalah "alat penyelamatan semua orang" (LG 9), "Sakramen keselamatan bagi semua orang" (LG 48), yang olehnya Kristus "menyatakan cinta Allah kepada manusia sekaligus melaksanakannya" (GS 45,1). Ia adalah "proyek yang kelihatan dari cinta Allah kepada umat manusia" (Paulus VI, wejangan 22 Juni 1973). Cinta ini merindukan, "supaya segenap umat manusia mewujudkan satu Umat Allah, bersatu padu menjadi satu Tubuh Kristus, serta dibangun menjadi satu kanisah Roh Kudus" (AG 7).

 

TEKS-TEKS SINGKAT

777   Istilah biblis untuk Gereja [ekklesia] secara harfiah berarti "undangan untuk berkumpul ". Itu berarti himpunan orang-orang, yang dipanggil oleh Sabda Allah, supaya mereka membentuk satu Umat Allah, dan dipelihara oleh Tubuh Kristus, menjadi Tubuh Kristus sendiri.

778   Gereja adalah serentak jalan dan tujuan keputusan Allah. Dipralambangkan dalam ciptaan, disiapkan dalam Perjanjian Lama, didirikan oleh perkataan dan perbuatan Kristus, dilaksanakan oleh salib-Nya yang menebuskan dan kebangkitan-Nya, ia dinyatakan oleh curahan Roh Kudus sebagai misteri keselamatan. Ia sebagai persatuan semua orang yang ditebus di dunia, akan disempurnakan dalam kemuliaan surga.

779   Gereja itu serentak tampak dan rohani, masyarakat hierarkis dan Tubuh Mistik Kristus. Ia membentuk satu kesatuan, terdiri atas unsur manusiawi dan ilahi. Itulah yang membuat dia menjadi rahasia, yang hanya dimengerti oleh iman.

780   Di dunia ini Gereja adalah Sakramen keselamatan, tanda dan sarana persekutuan dengan Allah dan di antara manusia.

 

 


 


Latin text copyright © 1994, 1997 Libreria Editrice Vaticana, Città del Vaticano.   Indonesian edition copyright © 1998 Para Waligereja Regio Nusa Tenggara. Online Edition © 2003-2004 Teologi.net.


 

previous page     table of contents     index     next page